Server sync... Block time in database: 1615391772, server time: 1664506310, offset: 49114538

Seringlah Untuk Bercermin


Bercermin rasanya menjadi rutinitas yang umum dilakukan banyak orang. Dalam satu hari, kita bisa berkali-kali melihat diri kita lewat cermin. Diri kita yang dilihat di cermin bukanlah kenyataan, melainkan pantulan. Ini adalah versi terbalik dari bagaimana diri kita sebetulnya terlihat.


3W72119s5BjVs3Hye1oHX44R9EcpQD5C9xXzj68nJaq3CeRjmJ4cqDDVHvWQAyf2ixxuMH83F1kN5pikBJKGXcMFQEqjz7XC7h3YfQREFnFavDGqxJSFsc.jpeg


Ketika bercermin, biasanya kita hanya fokus pada bagian-bagian tertentu wajah, seperti bibir, hidung, mata, dan lainnnya. Itu membuat kita tidak menyadari seperti apa jika semua itu dilihat sebagai satu kesatuan. Sementara ketika melihat diri kita di foto, kita melihat semuanya dalam satu waktu dan menilai penampilan keseluruhan kita, seperti postur tubuh, ekspresi wajah, dan hal lainnya yang biasanya tidak kita perhatikan.

Dan karena kita bercermin setiap hari, kita jadi sangat terbiasa dengan versi diri kita yang terbalik ini. Padahal, itu cuma efek dari pantulan cermin. Bukan bagaimana diri kita sebenarnya terlihat.

Dan kalau Anda termasuk orang yang ngga terlalu sering melihat diri Anda di foto, Anda ngga benar-benar tahu seperti apa penampilan Anda sebenarnya. Jadi, bisa sedikit mengejutkan untuk melihat diri Anda yang terlihat di foto ternyata berbeda dengan diri Anda yang terlihat di cermin.

Masalahnya, kita terbiasa untuk melihat diri kita pada satu atau beberapa sudut tertentu saja. Dan kita sering berpikir kalau sisi wajah kita sama antara satu sisi dengan sisi lainnya.

Itu bisa menjadi penyebab kenapa kita seringkali merasa seperti orang yang sama sekali berbeda di foto dan merasa kurang menarik. Kalau Anda ingin mendapatkan hasil foto yang sesuai harapan Anda, bereksperimenlah di rumah dengan berbagai pencahayaan, sudut pengambilan foto, dan pose.  Atur timer dan cari tahu apa yang paling cocok untuk Anda.


Comments 1